Senyum itu tergelar. Senyum sedikit bandel yang dulu sempat kugandrungi, senyum yang saat memutuskan mengajak mengakhiri kisah-kisah manis bersamanya sempat membuatku limbung dan hampir hilang arah. Senyum milik Pram.
"Kau tak menyuruhku masuk? Tak sopan lho membiarkan tamu berdiri saja didepan pintu" katanya enteng,
Aku tergelak "Ada perlu apa menemuiku?" tanyaku ketus.
Sungguh aku tak mau mengingat apapun tentang Pram, terlalu sakit jika kubiarkan membelengguku. Dan aku tak mau dibelenggu perasaan menyebalkan itu.
Pram malah memamerkan senyumnya lagi. Aku mendengus dan melangkah pergi, meninggalkan Pram didepan pintu
"Kau tak suka aku kesini?"
Aku diam tak menjawab pertanyaan bodohnya. Kupandangi Pram yang seperti tak punya salah apa-apa padaku.
Mungkin, 3 bulan lalu aku sangat bahagia jika Pram datang kesini. Hatiku pasti merasa tersanjung dan hariku dipenuhi dengan wangi bunga-bunga cinta. Tapi sejak kejadian siang itu aku merubah semua persepsi itu
"Putus?" lirihku tak percaya, mengulang ucapannya tadi " Tapi kenapa?"
" Tya, mengertilah, masih banyak yang lebih baik dari aku, suatu hari kamu pasti dapat penggantiku."
" Aku tak butuh yang lebih baik, yang aku butuhkan kamu Pram!"
Pram malah melepas genggaman jemariku. Dia nampak gelisah,
Ah, kenapa aku memikirkan kegelisahannya? Bagaimana dengan aku? Menyakitkan sekali mendapati hubungan yang baru berjalan sebulan, tak ada masalah apa-apa, tapi kemudian dipaksa diakhiri.
" Apa karena kita beda usia? Kau malu dengan aku yang lebih tua?" selidikku
" Tidak Ya, jangan berfikir seperti itu, aku tak masalah pacaran dengan yang lebih tua"
" Lalu apa?!"
Pram menunduk dalam, seperti mencari jawaban untuk pertanyaanku yang begitu menuntut
" Aku hanya ingin fokus kerja dulu Ya,"
Aku tergelak kaget,
" Kalo kelak aku sudah sukses aku akan meenmuimu dan meminangmu."
bullsitttt!!!
Lamunanku terbuyar oleh dering sms hape-ku. Kuraih hape-ku dan kubuka sms itu. Senyumku mengembang spontan saat menemukan nama Alpha disitu
hai....apa kabarmu hari ini, udah makan belum, makan yang banyak ya biar tetep cerewet....hahahaha
Senyumku jadi tawa kecil,
Alpha, pria cool yang jujur saja beberapa hari ini telah menggoda hatiku lagi. Pertemuan tak sengaja lewat insiden cukup memalukan itu benar-benar membuatku terpukau akan mata tajam 'bak elang itu. Kami berdua waktu itu dalam satu lift, dan tiba-tiba ada gempa kecil yang membuat kami kaget, aku terhuyung limbung terjatuh dan mengahantam tubuh Alpha yang berdiri tak jauh dariku. Tak hanya berhenti disitu, tiba-tiba mesin lift mati, berhenti bergerak dan tak bisa dibuka. Aku spontan kelabakan. Aku super heboh menggedor-gedor pintu lift, dan usahaku terhenti saat Alpha angkat bicara
" Hei...bisa berhenti tidak? Berisik tauk!" cetusnya
Aku menoleh menatapnya geram. Pria itu benar-benar cool bahkan tak cemas sedikitpun kalo saat ini dia sedang terkunci di lift
" Tanpa kamu menggedor-gedor pintu lift dan teriak-teriak minta tolong, kalo nanti mesinnya nyala juga bakal berfungsi lagi, dasar cerewet!!"
Aku tergelak tak percaya
" Ternyata kamu bawel juga ya, kukira kamu se- cool tampangmu"
Alpha seperti tersinggung, mata elangnya menatapku lekat seakan ingin menelanku mentah-mentah. Kutanggapi dengan senyum sinis. Dan ternyata kami harus menunggu cukup lama, tapi itulah yang membuat kami perlahan jadi akrab. Kami lalu cerita asal kami masing-masing. Hobi kami, bahkan sampai cita-cita untuk masa depan kami
" Kanada?" desis Alpha
Aku mengangguk.
" Impian itu terus kujaga, dan akan terus aku coba untuk mewujudkannya."
Aku tersenyum seiring terseret lagi ke alam sadarku. Kubalas sms itu
Iya, iya ...., bawelll. Kamu juga jaga kesehatan lho ya, salam untuk putri duyungnya, hehehehe
Lalu kutekan send. Aku sampai tak sadar kalo diruangan itu masih ada Pram
" Kau menduakanku Ya?!"
" What?? Hello????!!" Siapa menduakan siapa Pram?" geramku benar-benar mulai hilang kesabaran
" Apa aku pernah tanya ke kamu siapa itu Meila? Hah?"
" Dia cuma teman biasa"
" Who care's? I don't care !!" Emosiku meluap.
Pram mendekat
" Cukup. Stop!"
" Tya..."
" Aku mohon Pram, ijinkan aku hidup tenang..."
" Tya aku...."
" Kamu sendiri kan yang dulu minta kita putus? kamu ingin fokus kerja? jadi aku mohon, ijinkan aku lepas dari belenggumu ini..." ibaku.
" Benarkah sudah ada yang lain??!" Tanya Pram berat,
Sekilas mata elang Alpha melewati otakku.
" Cukup lama aku terpuruk karena kejadian itu Pram. Harusnya dulu tak kau giring kambing itu ke kandang macan, karena meski tak dimangsa macan, tetap saja meninggalkan trauma yang mendalam pada si kambing."
" Tya, aku....."
" Sudahlah Pram, antara kita sudah berakhir, dan kamu sendiri yang mengakhirinya. Jadi biarkan aku mencoba mengobati luka ini, apapun caranya itu sudah bukan urusanmu."
Pram menatapku lekat. Seakan mencari kebenaran ucapan lewat sinar mataku yang makin meredup. Perlahan kualihkan pandanganku dari mata menyelidik itu.
" Suatu hari aku pasti menjemputmu dan memilikimu seutuhnya,..."
Duh gusti.....kenapa dia tak bosan-bosannya mengucapkan kalimat itu? gerutuku dalam hati
" Dan untuk selamanya..."
Kuantar tubuh tegap itu membalik dan melangkah perlahan keluar pintu rumah kontrakanku.
Hanya Tuhan yang tau apa yang akan terjadi esok Pram. Kamu,aku ataupun Alpha tak punya hak menentukannya. Apalagi untuk masalah hatimu yang begitu sulit kupahami itu.
Randublatung,01 agustus '14
Buat teman dumay-ku
tetap semangat y
Tidak ada komentar:
Posting Komentar