(Author POV)
5 menit yang lalu...
"Eomma Do Kyungsoo!!" Teriakan dari balik pintu itu kembali menuntut untuk dibuka.
Kyungsoo dan Gendhis menunjukkan ekspresi wajah yang sama. Panik.
"Oppa, kenapa temanmu ada yang tau kamu ada disini?" Gendhis mengguncang-guncang lengan Kyungsoo.
Kyungsoo menyeka keringat dingin yang membasahi dahinya. Lalu menarik nafas panjang.
"Oke, tenang, biar Oppa urus. Sudah kepalang tanggung, percuma mengelak lagi." Kyungsoo menepuk tangan Gendhis yang gemetar, sebelum akhirnya merenggangkan pegangannya.
Kyungsoo menarik nafas panjang lagi, Dia sudah sekuat tenaga menyembunyikan masalah ini, jadi jika akhirnya teman-temannya mengetahui keberadaannya di tempat ini, Kyungsoo bisa apa? Mau kabur juga tak akan bisa. Mau sembunyi di kamar mandi? Pasti orang dibalik pintu itu tak hanya Chanyeol. Jadi meskipun dia dan Gendhis sembunyi ditempat sampah pun pasti ketemu. Apa mau lompat dari balkon? Jangan asal. Apartemen ini ada di lantai 5. Kalo toh bisa menghindar dari teman-teman EXO, pasti ujung-ujungnya dia dan Gendhis malah harus berhadapan dengan UGD dan Polisi. Atau yang lebih parah malah ketemu malaikat maut.
"Do Kyungsoo, kalo dalam hitungan ke 3 masih belum mau buka pintu, terpaksa aku congkel pake linggis!" Kali ini suara Baekhyun yang terdengar.
Kyungsoo akhirnya melangkah mendekati pintu, dibukanya pintu itu meski sedikit gemetar tangannya.
Jreng.. jreeng... jreeengggg....
Langsung saja Kyungsoo menemukan 5 pasang mata menatapnya lekat-lekat selepas daun pintu terbuka sempurna. Kyungsoo tersenyum canggung.
*
Kyungsoo duduk di sofa, tangannya kentara sekali kalau sedang gelisah. Bertautan tak karuan. Mirip seorang namja yang sedang berhadapan dengan orang tua yeoja yang dipacarinya, ketahuan hamil dan dimintai pertanggungjawaban. Kyungsoo gugup, itu tak bisa ditutupi dengan apapun. Sementara Park Chanyeol, Baekhyun, Sehun, Kai, dan Suho menatapnya intens dengan tatapan yang sama. Ingin penjelasan.
"Aigo, kenapa kalian horor sekali? Aku jadi takut nih!" Kyungsoo terlihat begitu berusaha mencairkan keadaan. Tapi sepertinya gagal total. Karena tatapan lima cowok tampan dihadapannya tetap tak berubah. Nyali Kyungsoo mendadak kembali menciut.
Sementara Gendhis juga kelihatan cemas berdiri didekat dapur. Sesekali dia mencuri pandang ke arah Oppa-nya yang sudah seperti seorang tersangka pembunuhan berantai yang sudah lengkap barang bukti dan saksi. Tinggal menunggu putusan hukuman.
"Jadi ini alasan kamu sering menghilang saat ada waktu senggang? Huh?" Sungut Baekhyun melipat kedua tangannya ke dada.
''Siapa dia?'' tanya Suho, sang leader grup EXO, terlihat lebih bijak.
''Mmm... dia, yeoja indonesia."
"Indonesia???" koor kelima cowok dihadapan Kyungsoo itu cukup nyaring terdengar di telinga Gendhis.
Beberapa dari mereka menatap Gendhis- Kyungsoo bergantian. Tak percaya.
Sepi, hening mencekam.
"Yak, yeoja, palli iliwa!" hardik Suho, mengisyaratkan Gendhis untuk ikut gabung ke ruang tamu.
"Hyung, tak perlu bicara kasar padanya. Dia yeoja baik." sergah Kyungsoo seperti tak terima Gendhis disuarai keras.
Baekhyung terbelalak, Chanyeol dan Suho tergelak tak percaya, Sementara Kai dan Sehun lebih sibuk mengamati detail sosok yeoja yang perlahan mendekat itu. Membuat Gendhis menunduk dalam-dalam.
"Yak, Kai, Sehun, kenapa menatapnya begitu?" Kali ini protesan Kyungsoo terlihat nyata. Dia langsung bangkit dan berdiri didepan Gendhis yang memang terlihat ketakutan. Gendhis buru-buru merenggut sedikit lengan baju Kyungsoo.
Kelima personel EXO itu tergelak serempak melihat adegan itu. Apalagi tatapan mata Kyungsoo terlihat dipaksa garang. Mungkin bentuk perlindungan untuk Yeoja dibelakangnya.
"Aish... jinjja, Kyungsoo-ya, kamu tau apa yang sedang kamu sembunyikan? Huh?" Cecar Kai, seperti tak terima teman sekamarnya itu diam-diam ' berselingkuh' dibelakangnya.
"Ne,"
''Kamu tau kamu ini publik figur? Apa ini? Kamu menyembunyikan imigran gelap. Ini melanggar hukum!'' Chanyeol menyela dengan gaya bahasa sok tau soal hukum.
"Ne."
"Pabo!" sungut Kai seenaknya.
Kyungsoo mendesah berat. Mengaku bersalah.
"Mianhae, tapi aku mencintai dia," aku Kyungsoo mempererat genggaman tangannya pada jemari Gendhis. Seakan takut tiba-tiba ada sebuah kekuatan yang memisahkannya dengan gadis yang selama ini menawannya ditempat ini. Gadis yang membuatnya nekat melakukan hal-hal yang awalnya tak pernah terlintas sedikitpun dibenaknya. Gadis yang dirasa punya postur ideal untuk dirinya yang terbilang pendek dengan hanya punya tinggi badan 180cm. Tinggi badan yang rata-rata dimiliki para yeoja kebanyakan. Padahal Kyungsoo selalu memimpikan punya pacar yang saat dipeluknya bisa dengan leluasa dikecupnya puncak kepalanya dengan sayang. Dan hanya dengan Gendhis yang punya tinggi badan kurang dari 170cm inilah Kyungsoo bisa melakukannya.
Jadi, apa ini adalah hal yang bodoh?
Dan pengakuan itu ditanggapi dengan mata bulan sabit Suho dengan pelebaran maksimal, Baekhyun yang mangap gak percaya, Chanyeol yang mendesis kesal, Sehun yang yang tergelak sinis, juga Kai yang malah berdecak seraya melipat kedua tangnnya ke dada.
"Do Kyungsoo, you know what? Ini sudah termasuk tindak kriminal. Demi yeoja yang gak jelas asal usulnya ini kamu rela kariermu hancur? Iya kalo cuma kariermu saja, aku gak akan peduli. Tapi kalo kamu berurusan dengan pihak berwajib, otomatis kami, EXO, juga ikut hancur. Kamu tega? Hah?" Suho berceramah galak.
Kyungsoo mendesah berat lagi.
"Mian, Kyungsoo-ya, tapi kau harus ambil keputusan. Bawa yeoja itu ke kantor imigrasi atau polisi datang kesini menjemputnya." Lagi-lagi Suho mencari penyelesaian yang dianggapnya paling bijak.
Reaksi yang langsung terlihat adalah rona ketakutan Gendhis, disusul protesan Kyungsoo yang ditunjukkannya lewat gelengan kepala. Kini ke sepuluh jemari itu saling bertautan erat.
"Ayo kita pergi dari sini!" Chanyeol mendekat.
"Jamkanman!" Kyungsoo melangkah mundur dan secara otomatis Gendhis ikut terdorong ke belakang.
"Yak, Do Kyungsoo!!" Kesabaran Suho seperti mencapai titik kulminasi. Langsung saja leader EXO yang sebenarnya jarang sekali galak itu melangkah maju dan menarik lengan Kyungsoo. Tubuh dan tinggi badan Kyungsoo tentu saja tak bisa menandingi Suho. Alhasil Kyungsoo terseret maju, Gendhis mencoba menahan tubuh Kyungsoo
"Oppa... !" pekiknya lebih seperti memelas.
"Chagiyaa... !" Kyungsoo pun tetap mencoba menitik beratkan badannya ke arah Gendhis. Tapi semua percuma saat Chanyeol dan Kai menarik tubuh Gendhis agar terlepas dari Kyungsoo.
"Hajima, andwaeyo... !!"
"Oppaa... !!"
Kyungsoo membelalakkan mata belo'nya. Posisinya kini terduduk dengan keringat membasahi seluruh tubuhnya. Nafasnya tersenggal-senggal nyaris seperti orang terkena aritmia. Setengah sadar Kyungsoo tau dirinya kini ada diatas tempat tidur.
"Oppa, ada apa? Gwaenchanha?" suara Gendhis sama memburunya dengan detak jantung dan desah nafas Kyungsoo. Gendhis hanya berbalut jas mandi, seluruh tubuhnya masih lembab. Menandakan di benar-benar terburu-buru meninggalkan acara mandinya.
Melihat sosok Gendhis, segala keadaan yang beberapa detik lalu mengusai Kyungsoo begitu hebatnya langsung menguap begitu saja. Langsung saja Kyungsoo menarik tubuh Gendhis ke dalam pelukannya.
"Syukurlah,"
"S-syukurlah? Memang ada apa, Oppa?" tanya Gendhis bingung, meski tak berusaha melepaskan pelukan kekasihnya yang sepertinya tersentak bangun dari tidurnya dengan keadaan yang tak baik itu.
Kyungsoo menggeleng pelan. dan hanya mempererat pelukannya pada yeoja yang begitu segar dan harum bau sabun itu. Gendhis akhirnya memilih mengusap punggung yang masih sedikit gemetar itu. Gendhis yakin oppa kesayangannya itu baru saja bermimpi buruk. Entah mimpi apa itu, yang pasti sangat menakutkan.
"Gendhis-ah," panggil Kyungsoo lirih, setelah beberapa menit terdiam dalam pelukan.
"Hmm... "
Hanya ada dua pilihan, chagiya, kau pindah kewarganegaraan atau kita harus berpisah karena kau harus kembali ke negaramu. Mian, chagiya. Aku rasa sudah tak sanggup lagi menyembunyikanmu.
Sayang itu hanya dijabarkan Kyungsoo dalam hatinya.
"Saranghae... " Dan kata itulah yang akhirnya malah lolos dari bibir Kyungsoo.
Mau dibilang fanfiction juga gak apa-apa kok, hehehe...
Yang pasti khayalan terindah ini begitu menyenangkan, bersama sang idola D.O
Gubraaaaaaaaaaaakkkk.... wkwkwk
yang butuh note, maaf, 2 chapter sebelumnya gak aku kasih, hehehe
* Eomma = ibu
* Oppa= kakak laki-laki/ panggilan wanita kpd laki-laki yang dicintai
* Namja= pemuda, cowok
* Aigo= ungkapan terkejut, ya ampun dll.
* Yeoja=cewek, gadis
* Yak, yeoja, palli iliwa= hei, gadis, cepat kesini! (bernada kasar)
* Hyung = panggilan laki-laki pada kakak laki-lakinya/ yang lebih dihargai.
* Aish.. jinjja= yang benar saja (bernada kesal)
* Ne= ya
* Pabo= bodoh
* Mianhae= maaf
* Jamkanman = tunggu sebentar!
* chagiya= panggilan sayang kepada kekasih
* Hajima= jangan
* Andwaeyo= tidak boleh, jangan
* Gwaenchanha= baik-baik saja kan?
* Saranghae= aku mencintaimu
Boyolali, 09/03/2016
Winarind@

Tidak ada komentar:
Posting Komentar