Rabu, 02 Maret 2016

Chagiya... [chapter 2]


(Kyungsoo POV)

"Aku pulang... " sapaku saat pintu yang baru saja kubuka setelah menekan beberapa digit password yang telah kuhapal diluar kepala.

Sepi, tak ada sahutan.
Tumben, pikirku.

Kulepas sepatuku dan kuganti dengan sandal rumah yang selalu tertata rapi. Lalu kumasuki ruangan dengan langkah lesu. Aku benar-benar kelelahan karena syuting drama terbaruku juga kegiatan pokok di EXO yang tetap harus kujalani.

Mataku menemukan sosok yeoja berambut lurus sebahu yang sepertinya sedang konsentrasi penuh tingkat dewa menatap layar tv.

Pantas, pikirku lagi.

Tiba-tiba pikiran usilku muncul.
Aku mendekat dengan langkah berjingkat pelan. Saat sudah ada tepat dibelakangnya aku membungkuk dan cup! Sebuah ciuman dari bibirku mendarat sekilas ke pipi gembilnya.  Disusul pekikan kaget dengan sebuah kata yang katanya bernama istigfar.

"Oppa, itu mengagetkanku!" geramnya antara kesal dan lega.

Aku tertawa, " siapa suruh nonton tv serius begitu? Sampai gak dengar ada orang masuk." Aku menghempaskan tubuhku di samping yeoja yang masih menyisakan wajah cemberutnya.

"Terganggu nih ceritanya? Apa perlu Oppa pergi lagi?" tanyaku siap-siap bangkit.
Tapi urung karena kedua tangannya buru-buru mencekal lenganku dengan mimik wajah memelas lagi minta maaf.

"Mian... "

Aku tersenyum dan membelai puncak kepalanya lembut.

Gendhis. Yeoja indonesia yang tertinggal rombongan liburannya di depan kuil Choi Young ini sepertinya memang telah merebut hatiku. Setahun lebih aku menyembunyikan dia dari semua orang. Hanya agar dia tetap aman, tetap di sini saat aku ingin dan bisa bersamanya.

Egois? Mungkin iya. Aku lebih seperti 'menahannya' agar tetap disini. Padahal bisa saja kala itu aku mengajaknya ke kantor polisi dan urusan akan selesai karena polisi akan mengurus kepulangannya ke negara asalnya. Alasan? Ada. mata legam dan warna kulitnya yang eksotik itu membuatku terpana sejak pertama melihatnya. Apalagi pipi gembilnya itu.

"Oppa capek ya? Sini, berbaringlah, aku pijit ya?!" serunya membuyarkan lamunanku.
Ditatanya bantal Hello Kitty yang sejak tadi dipeluknya.
Aku menurut. Karena aku memang terlalu lelah. Dan pijitan tangan mungil Gendhis cukup meringankannya. Mungkin itulah yang membuatku mengunjunginya seletih apapun, menjadi pilihan pertama.

"Oppa makin cakep jadi anak SMA." katanya memulai pijitannya, tapi aku yakin matanya tak lepas mengawasi layar tv.
Terlihat adegan Han Kangwoo, seorang namja SMA yang begitu fanatik pada Jang Jae Yeol yang seorang penulis novel, sedang memaksa menerima tulisan novel terbarunya.

"Apa aku perlu memakainya kalo datang kesini?" tanyaku asal, mau tak mau mataku juga ikut menikmati adegan demi adegan di drama itu. Yang sebenarnya selalu menyisakan rasa sesak di dada karena rasa empatiku pada keadaan Gendhis selama ini.

"Jinjja?" pekik Gendhis senang.

"Ani."
Jawaban pendekku menghasilkan pukulan cukup keras di punggungku yang sejak tadi dimanjakannya dengan pijitan. Aku memekik hiperbolis.

"Gendhis-ah," panggilku saat ruangan ini hanya berisi suara dari percakapan dialog di tv.

"Hmm."

"Eottoke?" Aku memejamkan mataku menikmati setiap pijitan tangannya.

"Mwo?"

"Soal pindah kewarganegaraan."

Pijatan tangan mungil itu terhenti seketika.
Ah, sial, Pasti aku sudah membuat raut muka yeoja manis ini masam. Rutukku.
Aku membalikkan posisi tubuhku. Kini aku tidur telentang dengan pemandangan wajah Gendhis yang muram.

"Chagiya... " desahku membelai pipi gembilnya.

Kedua alis asli itu bertaut, membuat pipi gembilnya sedikit terangkat. Mau tak mau aku tersenyum.

"Wae? Aku juga tak boleh memanggilmu begitu?"

Gendhis tergelak menghindari tatapan intens dariku.

"Oppa aneh."

Kini alis tebalku yang bertaut.

"Oppa itu artis. Penyanyi, pemain drama, Oppa bisa mendapatkan yeoja model apa saja."

"Kuanggap itu sanjungan. Tapi sayang aku tak begitu suka disanjung. Aku lebih suka dipijit, hahaha..." tanggapku sekenanya.
Lagi-lagi pukulan tangannya mengikuti, kini tepat di dadaku. Kutangkap pelaku pemukulan itu. Tangan mungilnya.

"Saranghae, Gendhis-ah, itulah kenapa aku... "

"Omo, Oppa, lihat!" Pekiknya memenggal perkataanku.  Tangannya menunjuk layar tv.
Aku mendesah pasrah.

Entah kenapa Gendhis seperti menghindari kata-kata cinta. Mungkinkah terinspirasi lagunya BigBang hyung yang Let's Not Fall In Love ? Ah, ngawur.

"Oppa, itu dalam nyata oppa In Sung beneran cakep gitu ya?''

"Kamu suka? Mau aku salamin?" sungutku.

Gendhis tertawa tertahan menemukan wajah sebalku.

''Oppa lucu kalo ngambek," Tangannya yang mungil mencubit pipiku.

Gendhis-ah, ingin rasanya aku menyeretmu ke kantor imigrasi dan mengurus status kewarganegaraanmu yang tak jelas ini. Ingin aku menunjukkan pada dunia kalo aku mencintai yeoja manis sepertimu.
Aku tersenyum sendiri memikirkan ide gilaku yang sempat mampir. Membuat mata legam di depanku itu memicing.

"Kenapa Oppa senyum-senyum sendiri gitu?"

Aku bangkit dari rebahanku. Duduk bersila di depannya. Kugenggam kesepuluh jemarinya. Ada senyum termanis yang dia pamerkan.

"Aku masih belum mengerti, kenapa begitu mencintai yeoja ini."

"Yang mencintai kan Oppa, kenapa malah tanya orang lain?"

Aku mendelik, "Apa kamu tak mencintaiku?" tanyaku

Gendhis menggeleng ringan.

"Susah percaya, mana ada artis setenar Do Kyungsoo jatuh cinta sama cewek biasa macam aku." elaknya.

"Anggap saja kamu jadi cinderella yang lagi beruntung mendapatkan cinta seorang artis setenar aku."

Gendhis langsung tergelak.
Sedetik aku terpukau dengan tawa lepas itu. Dan dengan gerakan cepat kukecup bibirnya. Alhasil tawa itu menghilang seketika.
Tak ada lagi jarak antara bibirku dan bibir mungilnya. Keterkejutannya kumanfaatkan lagi untuk lebih merapatkan bibirku pada bibirnya, sebelum akhirnya sebuah suara memecahkan konsentrasi.

Bel pintu.
Kami sama-sama menoleh ke arah pintu yang tertutup.

"Eomma...!"
Seruan tak lazim itu sangat berhasil membuatku berdiri kaget. Kutatap Gendhis cemas.

"Jangan bilang itu suaranya... " Suara Gendhis terpenggal.

"Eomma, aku tau kamu ada didalam!"
Lagi. Tanpa melihat interkom atau malah membuka pintu, aku kenal betul suara itu. Park Chanyeol.




Bersambung yaa....
Hehehehe


Rdb, 02 maret 2016



Tidak ada komentar:

Posting Komentar